Rumah mirip benteng yang ditinggali Esih (42) dan Suradianto
Pemandangan memrihatikan mulai ketika saya memasuki ruangan utama, sofa kusam satu-satunya cahaya dan ventilasi hanya bersuber dari pintu depan saja. Sebagian lantai mengunakan ubin lama yaang ditumbuhi lumut, sebagai landasan, tali lengkap dengan jemuran, di tengah rumah menjadi pembatas.
tempat dia tidur seperti kasur-kasur kumal agak lembab bertebaran di ruangan tamu dan ruang utama nya, Esih menyebut anaknya yang lain di kamar belakang dekat dengan dapur.
Kondisi kasur itu dalam posisi terlihat, Esih menjelaskan jika seperti itu anaknya lebih senang karena-terasa lebih tebal.
disini dengan bapak dan Supranoto dan Supranoto (anak bungsu), tunjuk Esih menunjukkan lagi-lagi kasur kumal di salah satu kamar.
Ruangan belakang adalah perapian, Esih memasak masih menggunakan kayu bakar. Ruangan dapur tersabung langsung dengan sumur kamar mandi, ruangan itu tanpa tutup atap ada ruangan untuk buang air besar Mau buang air ke selokan, karena akalau di tempat ini tidak ada penutupnya
Atap rumah sampai ini pernah ketimpa batang pohon, kalau hujan mirip air terjun mengalir deras masuk ke tiap ruangan jadi banyak kasurdan lantai basah, apalagi kayu penyangga atap di belakangsudah banyak yang lapuk.

Comments
Post a Comment