Tukang Becak Menangis, Tak Mampu menggunakan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) Uang dari pemerintah
Tukang Becak Menangis, Tak Mampu menggunakan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) Uang dari pemerintah Warga Kecamatan Tunjungan, kabupaten Blora, jawa tak kuasa menahan air matanya saat mengadu ke kantor Sekretariat Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, Rabu (24/1/2018). Sebagai wali murid, tukang becak itu mengaku keberatan dengan beban biaya yang harus ia tanggung untuk membayar iuran komputer sebagai fasilitas penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMP Negeri 5 Blora. Jujur saya sangat kebingungan setelah anak saya meminta uang Rp 300.000 Untuk iuran itu padahal paling lambat Februari. Berapa sih penghasilan tukang becak seperti saya di zaman modern ini? Bisa makan saja, kami sudah bersyukur," kata Muhaimin sambil menitikkan air mata. biaya yang tinggi untuk menyekolahkan di sekolah milik pemerintah. Semula, ia berharap besar akan memperoleh keringanan biaya menyusul anaknya itu termasuk siswayang berprestasi. anak saya ka...