Namun pada Cuti Edy Rahmayadi dengan Disarankan Mundur dari PSSI
Namun pada Cuti Edy Rahmayadi dengan Disarankan Mundur dari PSSI
Saat Edy Rahmayadi sedang menjalani cuti dari posisinya Dia sebagai ketua umum PSSI. Daripada mengambil cuti, ia disarankan mundur dari PSSI.
Pernyataan itu dilontarkan karena semangat sepakbola di Indonesia Akmal Marhali, sehubungan dengan keputusannya cuti Edy dari PSSI dengan terkait aktivitasnya menjadi bakal calon Gubernur Sumatra Utara.
Mengurus PSSI harus fokus karena banyak permasalahannya harus 24 jam. Tidak semua bisa dijadikan kerjaan dengan sambilan, ujar Akmal saat ditemui di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
Dia harus memilih mundur dari pencalonan gubernur Sumut atau mundur dari PSSI. Karena Bukan lagi cuti. Mundur pilihan terbaik dalam situasi dan kondisi saat ini. Untuk menjaga marwah sepakbola dari politik praktis dan menjaga citra pak Edy Rahmayadi untuk memenangkan pilkada Sumut, agar dia semua bisa fokus dengan pilihannya.
Maju Pilgub Sumut, Edy Rahmayadi Cuti dari PSSI
Itu akan menjadi pembelajaran yang baik buat organisasi sepakbola Indonesia ke depannya, Namun bahwa PSSI sebagai organisasi besar tak bisa dikelola secara sambilan. Tapi harus benar fokus 24 jam untuk melakukan pembenahan sekaligus meningkatkan prestasi sehingga PSSI bisa fokus untuk pembenahan internal tuturnya.
Menurut Akmal mundur dari PSSI dengan keputusan bijak agar roda organisasi PSSI tetap fokus berjalan mengingat saat ini masih banyak permasalahan sepakbola yang belum terselesaikan. Sebut saja soal target timnas di Asian Games 2018 dan kompetisi yang masih menyisakan utang ke klub-klub. Hal ini membuat PSSI butuh sosok yang memiliki totalitas.
Mundur pilihan terbaik agar roda organisasi tidak gamang. Jangan sampai kepentingan sepakbola dikalahkan kepentingan politik. PSSI saat ini perlu perhatian serius karena banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi secara total ujarnya.
Itu pilihan terbaik saat ini melihat situasi dan kondisi PSSI yang sedang darurat dengan permasalahannya dan banyaknya agenda yang harus dikerjakan dengan fokus seperti persiapan timnas, kompetisi, sampai kepada utang-utang, kata pria yang juga pengurus SOS (Save Our Soccer) itu.
Akmal juga menegaskan bahwa menjadi pejabat daerah juga tak boleh merangkap jabatan. Hal itu sudah tertuang dalam peraturan yang berlaku.
Soalnya cuti Edy Rahmayadi apakah benar ia bisa merangkap jabatan jika menang di Mungkin Sumut Edy atau tim suksesnya lupa adanya larangan dengan rangkap jabatan bagi dikepala daerah atau wakilnya untuk kepengurusan di organisasi olahraga ucapnya.
Larangan itu diatur di dalam SE Mendagri Gamawan Fauzi Nomor 800/148/sj 2012 tanggal 17 Januari 2012 tentang di Larangan Perangkapan Jabatan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah pada Kepengurusan KONI, PSSI Daerah, Klub Sepakbola Profesional dan Amatir, serta Jabatan Publik dan Jabatan Strukturalllschool, kata Akmal mengungkapkan.
Sebelumnya Menpora Imam Nahrawi juga mengaku kaget dengan keputusan Edy. Ia menyayangkan langkah tersebut di tengah-tengah kondisi sepakbola dan PSSI saat ini. Saya kaget mendengar itu (soal Edy Rahmayadi cuti). Lagi perang-perang gini kok cuti.
Comments
Post a Comment