Pembunuhan Tukang Las Direkam Ulang Pelaku Peragakan 22 Adegan.
Pembunuhan Tukang Las Direkam Ulang Pelaku Peragakan 22 Adegan.
Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan sadis terhadap Miftachul Huda (33) tukang las di Mojoketo. Kedua tersangka dalam kasus ini memerankan 22 adegan. Pertama adegan diawali dengan tersangkanya Nanda Taufanda (26) menjemput rekannya yang juga tersangka dalam kasus ini Mochammad Soleh (26), Minggu (28/1) pukul 18.00 WIB.
Nanda mengajak rekannya ini rumahnya di Kelurahan Pulorejo, Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Di rumahnya Nanda sembari menunggu kedatangan korban, kedua tersangka merencanakan pembunuhan sadis ini. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban tiba di rumah Nanda.
Setelah ngobrol dan minum kopi, pukul 20.30 WIB korban berangkat bersama kedua tersangka untuk mensurvei lokasi proyek pagar rumah yang baru. Korban membonceng Nanda menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol S 4865 N. Sementara Soleh seorang diri menggunakan motor Honda Supra X 125 nopol AG 4539 TY.
Adegan 7-15 menjadi inti dalam kasus itu. Diawali dengan Soleh berpura-pura sepeda motornya mogok di jalan sepi Dusun Kedawung Wetan, Desa Mojoranu, Sooko. Saat korban membantu memperbaiki sepeda motor tersebut, tanpa belas kasihan Nanda membacokkan celurit ke tubuh korban.
Korban sempat melakukan perlawanan dan menangkis serangan Nanda menggunakan tangan. Namun, banyaknya luka bacok yang dialami korban membuat tukang las asal Dusun Sawahan Desa/Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, ini tumbang.
"Ada 22 adegan yang hari ini diperagakan kedua pelaku, mulai dari berangkat dari rumah tersangka hingga pelaku kabur," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery kepada wartawan di lokasi, Jumat (9/2/2018).
Sementara adegan 16-22 terkait kaburnya kedua tersangka dan upaya penghilangan barang bukti. Setelah korban tak bernyawa, Nanda sempat mengambil ponsel dan dompet korban. Mereka juga membawa kabur sepeda motor korban dan membuang celurit yang berlumuran darah di Sungai Brantas.
"Reka ulang ini untuk memastikan kronologi pembunuhan, guna melengkapi berkas penyidikan," terang Fery.
Reka ulang pembunuhan sadis ini mengundang perhatian warga sekitar. Warga yang pernasaran berjubel di lokasi reka ulang. Tak sedikit yang meneriaki polisi untuk meminta kedua tersangka dihukum mati.

Comments
Post a Comment