cemari sungai di pabrik pemotongan ayam di Brebes digerebek warga
cemari sungai di pabrik pemotongan ayam di Brebes digerebek warga
Namun Pabrik pemotongan ayam di Kecamatan dari Paguyangan Kabupaten Brebes digeruduk karena Paguyuban Kepala Desa setempat. Pabrik ayam tersebut diduga mencemari sungai yang mengalir dengan sekitar lokasi pabrik.
Dengan Menurut Kades Kedungoleng Salim Usman, aktivitas pabrik mencemari Sungai Sidem dan Pemali. Sungai tersebut menjadi keruh dan bau menyengat.
Dari Warga merasa resah dengan terganggu karena adanya baunya menyengat katanya Kamis (1/3).
Padahal Kedua sungai ini dengan sumber mata air yang sering digunakan warga. Warga saya kan kebanyakan dari menengah ke bawah. karena Mereka sangat bertumpu pada air di sungai. Sekarang dengan adanya ini mereka protes ke kita imbuhnya.
Pencemaran ini berbalik dengan kampanye pihak desa yang menyerukan penjagaan kebersihan sungai. Warga pun sudah dilarang untuk membuang limbah rumah tangga ke sungai.
Sekarang masyarakat kecil sudah dilarang mengotori sungai Namun kenapa malah pabrik besar dengan mudahnya mengotori sungai herannya.
Kepala Desa Paguyangan Maulana Faqih juga mengatan hal senada. Dia yang paling merasa terkena imbasnya merasa kesal dengan proses pengolahan limbah yang tidak steril.
melihat aturan pengolahan limbah pabrik ini baru memenuhi 70 persen item pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Padahal yang dirugikan adalah warga. Ini manusia loh kesalnya.
Menanggapi protes ini, Kepala Gudang CV Agung Freshindo, Heri Kiswanto mengatakan pengolahan limbah di pabriknya aman bagi lingkungan. Untuk sampai ke pembuangan akhir sungai sudah diolah sebanyak delapan kali.
Kami sudah mengolahnya (limbah) di delapan bak penampungan. Jadi kami jamin aman bagi lingkungan jelasnya.
Dia mengungkapkan dalam pengolahan limbah itu sudah beberapa kali meningkatkan fasilitas pengolahan limbah.
Sebenarnya setelah ada keluhan dari Pak Kades sudah kami perbaiki beberapa pengolahan limbahnya. Kita juga sudah siapkan kajian laboratorium terkait limbahnya juga katanya.

Comments
Post a Comment