Saat Rantai Persahabatan Jokowi-Prabowo dan Sinyal Rangkul Gerindra

Saat Rantai Persahabatan Jokowi-Prabowo dan Sinyal Rangkul Gerindra


Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. Penetapan dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak semua gugatan sengketa Pilpres yang diajukan kubu Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Kekalahan kedua kalinya ini diterima dengan legawa oleh Prabowo. Meski dua tokoh ini bertarung di pagelaran Pilpres, pada kenyataannya mereka menjalin persahabatan. Secara blak-blakan keduanya mengakui persahabatannya tak akan putus hanya gara-gara panggung politik.

Di sisi lain, Jokowi ingin merangkul Gerindra apabila ingin bergabung dengan pemerintah. Berikut adalah ulasan persahabatan Jokowi-Prabowo:

 Prabowo Subianto mengaku menjalin persahabatan dengan Jokowi. Namun karena menjadi lawan politik mereka dianggap bermusuhan. Padahal yang berbeda hanya masalah politik, sementara keduanya bersahabat.

"Jadi bagaimana ya, saya ini juga bersahabat dengan beliau. Kalau kami berbeda, kami berbeda tentang kenegaraan," jawab Prabowo pada sesi terakhir debat keempat beberapa waktu lalu.

 Kubu Joko Widodo ( Jokowi)- Ma'ruf Amin merangkul oposisi untuk bergabung ke pemerintahan, terutama Partai Gerindra. Jika Gerindra sepakat rekonsiliasi dan mau bergabung dengan kubu Jokowi-Ma'ruf, maka ada 2 tawaran yang diberikan.

"Tentu saja ada 2 tawaran sebagai bagian dari bargaining. Bisa posisi di pemerintahan atau juga di parlemen," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai Partai Gerindra harus jadi partai pertama yang ditawari masuk koalisi Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sebab, Partai Gerindra sudah bersikap ksatria. Selama ini Gerindra telah memberikan contoh berpolitik yang baik. Salah satunya dengan membawa sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebagai penghormatan ya harus kalau memang disepakati nanti perlu bertambah itu Gerindra harus mendapat kesempatan pertama untuk ditawari. Kenapa begitu, karena sebagai lawan politik Gerindra itu ya baguslah gentle," kata Arsul.

 Gerindra menilai wajar saat kubu Jokowi menganggap partai pimpinan Prabowo Subianto ini layak bergabung dalam koalisi pemerintahan. Namun Gerindra belum bisa memastikan apakah akan menerima tawaran gabung ke pemerintahan atau tidak. Semua itu tergantung keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Soal menerima atau menolak tawaran itu sepenuhnya hak Pimpinan Pak Prabowo Subianto akan membicarakan dengan dewan pembina, Dewan Pakar, DPP, dan DPD, DPC, se-Indonesia," kata Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid.











Comments

Popular posts from this blog

Saksi dengar 3 Kali Ledakan di Gereja Oikumene Samarinda

Dari Wali Kota Semarang ajak semua elemen tutup ruang gerak terorisme

Begitu Rasanya Kalo Knalpot Motor Dipasang Tepat di Depan Wajah Pengendaranya